arif Iqbal Seorang hamba yang memiliki rasa ingin tahu untuk mempelajari Makhluk Hidup, Teknologi, Otomotif, Makanan, dan Gaya Hidup.

Cara Pembibitan Belut untuk Dapatkan Bibit Terbaik

1 min read

cara pembibitan belut

Cara Pembibitan Belut

Pembibitan merupakan salah satu tahapan penting dalam budidaya belut agar mendapatkan benih yang berkualitas. Apalagi benih belut ini lebih sedikit disediakan daripada jenis ikan lainnya, seperti lele misalnya. Oleh sebab itu, Anda bisa mencoba cara pembibitan belut berikut untuk mendapatkannya.

1. Mempersiapkan Induk Belut

Mempersiapkan induk belut merupakan hal pertama yang harus dilakukan dengan memisahkannya menjadi beberapa kriteria. Siapkan wadah pemeliharaan untuk memisahkan belut yang memar, sakit, atau dalam kondisi terluka.

Anda perlu memahami belut yang sakit, yaitu cirinya memiliki pergerakan tidak lincah dan terlihat lebih lemas. Sebelum memulai pembenihan, peliharalah induk belut ini dalam satu wadah dengan tujuan agar semuanya bisa mencapai usia matang secara bersama.

Pemeliharaan ini bisa dilakukan melalui drum plastik dengan harapan saat matang bisa dikawinkan secara bersamaan. Pada saat memelihara belut ini disarankan untuk memberikan pelepah pisang sebagai pelindung supaya tidak terkena sinar matahari, sebab sifatnya nokturnal.

2. Membuat Media Pembenihan

Media pembenihan belut bisa dibuat dari beberapa jenis bahan, yaitu pupuk kandang, lumpur, jerami, pelepah pisang, dan dekomposer. Bahan tersebut difermentasikan agar bisa siap untuk dijadikan sebagai tempat pemijahan benih tersebut.

Susunan lapisan paling bawah adalah jerami diikuti dengan pupuk kandang yang tingginya masing-masing 10 sampai 15 cm. Lalu, masukkan pelepah pisang dengan tinggi 10 cm dan tambahkan larutan dekomposer. Berikutnya, tutup lapisan tersebut secara rapat dalam kurun waktu setelah satu bulan.

Setelah itu, masukkan tanah lumpur dengan tinggi 10 sampai 15 cm. Lalu, tambahkan air yang tingginya mencapai 10 cm di atas lumpur. Biarkan media ini selama 2 minggu dan lakukan pengecekan secara berkala dengan menusuknya menggunakan bambu. Jika berbusa, maka artinya siap digunakan.

3. Menyeleksi induk Belut

Cara pembibitan belut selanjutnya, yaitu menyeleksi induknya terlebih dahulu untuk memisahkan jantan dan betinanya. Belut jantan memiliki bentuk kepala yang tumpul menyerupai busur dengan warna kulitnya dominan gelap.

Induk belut jantan biasanya memiliki ukuran berkisar antara 30 sampai 40 cm per ekor. Sementara induk belut betina mempunyai bentuk kepala yang lebih runcing dan warna kulinya cenderung cerah. Ukuran tubuhnya juga lebih pendek dibandingkan induk jantan, yaitu kurang dari 30 cm.

4. Proses Pemijahan Induk Belut

Proses pemijahan dilakukan dengan menebarkan induk jantan dan betina ke dalam media yang sebelumnya menggunakan perbandingan 1:5. Selanjutnya, saat masa pemijahan ini Anda tetap harus memberikan makan pada belut tersebut berupa ikan kecil atau potongan bekicot.

Setelah berjalan dua minggu, lakukan pengecekan untuk memastikan apakah proses pemijahan pada induk sudah terjadi. Anda bisa menusukkan ranting ke media tanam untuk melihat kemunculan gelembung kecil yang menandakan proses pemijahan.

Lalu, biarkan lagi belut yang dipijahkan dalam media tersebut dalam waktu satu minggu. Apabila waktu satu minggu ini sudah selesai, maka bisa dilakukan pembongkaran media pemijahan. Saat proses pembongkaran ini perlu dilakukan dengan hati-hati agar tidak mengganggu belut.

5. Panen Benih Belut

Panen benih ini dilakukan dengan menangkap semua belut secara perlahan dan mencucinya sampai bersih terlebih dahulu. Lalu, masukkan belut tersebut ke media penampungan baru, misal kolam dengan bahan terpal atau beton yang sudah diisi air. Cara pembibitan belut yang tidak kalah penting adalah meletakan pohon pihak guna menghalau sinar matahari. Kemudian, pelihara anakan belut tersebut hingga bertumbuh besar sesuai dengan target dan siap untuk dipanen agar bisa dijadikan sebagai lahan bisnis atau dibenihkan kembali.

sumber : https://kangaroo.my.id/

arif Iqbal Seorang hamba yang memiliki rasa ingin tahu untuk mempelajari Makhluk Hidup, Teknologi, Otomotif, Makanan, dan Gaya Hidup.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!